PENGERTIAN DAN HAKIKAT DASAR PENULISAN
‘’Orang
boleh pandai setinggi langit ,tapi selama tidak menulis ,dia akan hilang dari
masyarakat dan dari sejarah’’
(
Pramoedya Ananta Toer )
Menulis merupakan cara untuk dapat menunjukan eksistensi
diri pribadi, sehingga kemampuan dan keterampilan menulis merupakan keahlian
dasar. Menulis bukan hanya sekedar menulis , tetapi menulis berarti menuangkan
ide atau gagasan yang terekam dalam memori seseorang. Keterampilan dalam
menulis harus dimiliki setiap individu terutama mahasiswa, sebab pasti akan ada
tuntutan bagi para mahasiswa untuk menguasai keterampilan menulis.Ada yang
mengatakan bahwa menulis adalah bakat yang sudah dibawa dari lahir ,padahal
pada kenyataanya menulis merupakan sesuatu yang harus menjadi kebiasaan yang
terus menerus. Nurgiantoro 1987:270,
mengatakan bahwa aktifitas menulis merupakan suatu bentuk manivestasi kemampuan
berbahasa paling akhir setelah mendengarkan, berbicara, dan membaca.
A.
Definisi Menulis
Reynald Kasali (2003:162)
mengatakan bahwa menulis merupakan pekerjaan yang memerlukan perpaduan
pikiran, perasaan dan tangan. Hal tersebut diartikan bahwa pikiran merupakan
wawasan, pengetahuan maupun keilmuan yang diperoleh dari sumber-sumber
pengetahuan yang mudah didapat dan telah dipahami pastinya.
Nurgiyantoro (2001:271) mengemukakan menulis adalah
suatau keterampilan berbahasa yang aktif, produktif, kompleks, dan terpadu yang
berupa pengungkapan dan yang diwujudkan secara tertulis.
De Porter (1999: 271) menjelaskan bahwa menulis adalah
aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan
belahan otak kiri (logika). Aktifitas otak kanan untuk keterampilan menulis adalah
perencanaan, outline, tata bahasa, penyuntingan, penulisan kembali, penelitian,
dan tanda baca.Sementara itu yang termasuk bagian emosional ialah semangat,
spontanitas, emosi, warna, imajinasi, gairah, ada unsur baru, dan kegembiraan.
Eric Gould,
Robert DiYanni and Wiliam Smith
(1989:18), menulis merupakan perilaku kreatif karena membutuhkan
kemampuan untuk merasakan dan memahami baik dari sebuah pengalaman, tulisan
maupun peristiwa.
Akhadiah
(1990:55) berpendapat bahwa menulis merupakan suatu proses, yaitu proses
penulisan. Ini berarti bahwa dalam menulis ada beberapa tahap yang harus
dilalui yaitu tahap pra penulisan, tahap penulisan dan tahap revisi.
Hal serupa
dikemukakan oleh Muchlisoh (1993:233) mengemukakan bahwa menulis adalah suatu
kegiatan dari seseorang untuk menyampaikan suatu gagasan secara tidak langsung
kepada orang lain dengan pembaca, dengan menggunakan lambang grafik yang dapat
dipahami oleh penulis dan pembaca sehingga terjadi komunikasi tidak langsung
diantara keduanya.
Dari beberapa
definisi tersebut , menulis dapat diartikan sebagai proses pengalihan ide,
pikiran, perasaaan, dan kemauan ke dalam bahasa tulisan agar dapat dipahami
pesan yang akan disampaikan kepada pembaca.
B . Manfaat Menulis
Manfaat menulis menurut Percy dalam Nuruddin (2011:20-27)
ada 6 , yaitu :
1.Sebagai sarana
untuk mengungkapkan diri
2.Sebagai sarana
untuk memahami
3.Membantu
mengembangkan kepuasan pribadi, kebanggaan, perasaan harga diri
4.Meningkatkan kesadaran dan penyerapan terhadap
lingkungan
5.Adanya keterlibatan yang memotivasi untuk terus
berkembang
6.Mengembangkan
kemampuan berbahasa.
Sedangkan menurut Komaidi manfaat menulis yaitu ,
menimbulkan rasa ingin tahu dan melatih kepekaan dalam melihat realitas
kehidupan, lalu mendorong untuk mencari referensi lain seperti buku, media
cetak dll. Hernowo (2003:54) mengemukakan ada 5 manfaat menulis yaitu,
menjernihkan pikiran, mengatasi trauma, membantu mendapatkan dan mengingat
informasi baru , membantu memecahkan masalah dan membatu berpikir sistematis
dan runtut ketika waktu terdesak..
Hal
ini mengacu pada sebua studi yang dilakukan Dr. James Pennebaker, professor dan
ketua Departemen Psikologi di University of Texas di Austin yang menyatakan
bahwa menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam tentang trauma yang dialami
menghasilkan suasana hati yang lebih baik, pandangan positif, dan kesehatan
yang lebih baik.Selain itu, Dr. James Pennebaker juga menemukan korelasi antasa
pengalaman traumatis dan peningkatan jumlah masalah kesehatan
Dalam bukunya Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotions, Dr. James W.
Pennebaker berpendapat bahwa
1. Menulis
menjernihkan pikiran
2. Menulis
mengatasi trauma
3. Menulis
membantu mendapatkan dan menerima informasi baru
4. Menulis
membantu memcahkan masalah
5. Menulis-bebas
membantu kita ketika terpaksa harus menulis.
B.
Tujuan Menulis
Setiap penulis memiliki tujuan dalam menuangkan gagasan
melalui bahasa tulis.Penulis pasti mengharapkan tersampainya pesan dari tulisan
tersebut kepada pembaca . Namun tujuan penulisan tergantung pada target yang
diingini penulis.Contoh tujuan penulis untuk menyampaikan pesan , berita,
informasi kepada pembaca, untuk memengaruhi pandangan pembaca, sebagai dokumen
autentik dan sebagainya.
C.
Bentuk Tulisan
Klasifikasi tulisan dapat dibedakan menjadi a) Fiksi: prosa (cerpen, novel, roman, drama,
fabel, mite, dll) dan puisi (mantra, syair, kontemporer, dll.) dan b) Nonfiksi:
ilmiah (resume, makalah, artikel, laporan penelitian (tugas akhir, skripsi,
tesis dan disertasi) dan popular (biografi, petunjuk, surat, resensi, berita,
opini).
D.
Proses Menulis
DePorter (2000:195) mengemukakan proses menulis terdiri
dari persiapan, draft kasar, berbagi, memperbaiki, penyuntingan, penulisan
kembali dan evaluasi. Dapat diartikan juga proses menulis adalah kegiatan menulis
terdiri atas tahapan-tahapan yang sangat bergantung pada jenis tulisan.
E.
Ciri Kemampuan Menulis
Menurut Mosley
dalam (Widodo & Chasanah, 1993) , seseorang dapat dikatakan memiliki
kemampuan tulis tampak emat ciri berikut, yakni : 1. Dapat mengungkapan
informasi sarana bahasa melalui bentuk karangan sebagai proses kognisi
(reproduksi, organisasi / reorganisasi, cipta / kreasi), 2.Dapat mengungkapkan
informasi bahasa melalui bentuk karangan yang mengandung maksud / tujuan (latihan, emosional, informasi/referensi,
persuasi, hiburan dll.), 3.Dapat mengungkapkan informasi dengan menggunakan
bahasa dalam bentuk karangan sesuai pembaca / untuk diri sendiri, 4. Dapat
mengungkapkan informasi dengan menggunakan bahasa dalam bentuk karangan berupa
wacana: dokumentatif, konstatif (naratif, deskriptif, keterangan), dan
ekploratif (interpretatif, eksposisi, argumentasi).
Daftar Pustaka : Isbandi, Fitri.S
,dkk.2015.Dasar-dasar Penulisan.Tangerang.FUN Institute dan Universitas
Muhammadiyah Tangerang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar