Minggu, 12 Juni 2016

DASAR-DASAR PENULISAN



PENGERTIAN DAN HAKIKAT DASAR PENULISAN

‘’Orang boleh pandai setinggi langit ,tapi selama tidak menulis ,dia akan hilang dari masyarakat dan dari sejarah’’
( Pramoedya Ananta Toer )
Menulis merupakan cara untuk dapat menunjukan eksistensi diri pribadi, sehingga kemampuan dan keterampilan menulis merupakan keahlian dasar. Menulis bukan hanya sekedar menulis , tetapi menulis berarti menuangkan ide atau gagasan yang terekam dalam memori seseorang. Keterampilan dalam menulis harus dimiliki setiap individu terutama mahasiswa, sebab pasti akan ada tuntutan bagi para mahasiswa untuk menguasai keterampilan menulis.Ada yang mengatakan bahwa menulis adalah bakat yang sudah dibawa dari lahir ,padahal pada kenyataanya menulis merupakan sesuatu yang harus menjadi kebiasaan yang terus menerus. Nurgiantoro  1987:270, mengatakan bahwa aktifitas menulis merupakan suatu bentuk manivestasi kemampuan berbahasa paling akhir setelah mendengarkan, berbicara, dan membaca.
A.      Definisi Menulis
Reynald Kasali (2003:162)  mengatakan bahwa menulis merupakan pekerjaan yang memerlukan perpaduan pikiran, perasaan dan tangan. Hal tersebut diartikan bahwa pikiran merupakan wawasan, pengetahuan maupun keilmuan yang diperoleh dari sumber-sumber pengetahuan yang mudah didapat dan telah dipahami pastinya.
Nurgiyantoro (2001:271) mengemukakan menulis adalah suatau keterampilan berbahasa yang aktif, produktif, kompleks, dan terpadu yang berupa pengungkapan dan yang diwujudkan secara tertulis.
De Porter  (1999: 271) menjelaskan bahwa menulis adalah aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan belahan otak kiri (logika). Aktifitas otak kanan untuk keterampilan menulis adalah perencanaan, outline, tata bahasa, penyuntingan, penulisan kembali, penelitian, dan tanda baca.Sementara itu yang termasuk bagian emosional ialah semangat, spontanitas, emosi, warna, imajinasi, gairah, ada unsur baru, dan kegembiraan.
Eric Gould, Robert DiYanni and Wiliam Smith  (1989:18), menulis merupakan perilaku kreatif karena membutuhkan kemampuan untuk merasakan dan memahami baik dari sebuah pengalaman, tulisan maupun peristiwa.

Akhadiah (1990:55) berpendapat bahwa menulis merupakan suatu proses, yaitu proses penulisan. Ini berarti bahwa dalam menulis ada beberapa tahap yang harus dilalui yaitu tahap pra penulisan, tahap penulisan dan tahap revisi.

Hal serupa dikemukakan oleh Muchlisoh (1993:233) mengemukakan bahwa menulis adalah suatu kegiatan dari seseorang untuk menyampaikan suatu gagasan secara tidak langsung kepada orang lain dengan pembaca, dengan menggunakan lambang grafik yang dapat dipahami oleh penulis dan pembaca sehingga terjadi komunikasi tidak langsung diantara keduanya.

Dari beberapa definisi tersebut , menulis dapat diartikan sebagai proses pengalihan ide, pikiran, perasaaan, dan kemauan ke dalam bahasa tulisan agar dapat dipahami pesan yang akan disampaikan kepada pembaca.

B . Manfaat Menulis
Manfaat menulis menurut Percy dalam Nuruddin (2011:20-27) ada 6 , yaitu :
 1.Sebagai sarana untuk mengungkapkan diri
 2.Sebagai sarana untuk memahami
 3.Membantu mengembangkan kepuasan pribadi, kebanggaan, perasaan harga diri
4.Meningkatkan kesadaran dan penyerapan terhadap lingkungan
5.Adanya keterlibatan yang memotivasi untuk terus berkembang
 6.Mengembangkan kemampuan berbahasa.

Sedangkan menurut Komaidi manfaat menulis yaitu , menimbulkan rasa ingin tahu dan melatih kepekaan dalam melihat realitas kehidupan, lalu mendorong untuk mencari referensi lain seperti buku, media cetak dll. Hernowo (2003:54) mengemukakan ada 5 manfaat menulis yaitu, menjernihkan pikiran, mengatasi trauma, membantu mendapatkan dan mengingat informasi baru , membantu memecahkan masalah dan membatu berpikir sistematis dan runtut ketika waktu terdesak..
Hal ini mengacu pada sebua studi yang dilakukan Dr. James Pennebaker, professor dan ketua Departemen Psikologi di University of Texas di Austin yang menyatakan bahwa menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam tentang trauma yang dialami menghasilkan suasana hati yang lebih baik, pandangan positif, dan kesehatan yang lebih baik.Selain itu, Dr. James Pennebaker juga menemukan korelasi antasa pengalaman traumatis dan peningkatan jumlah masalah kesehatan
            Dalam bukunya Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotions, Dr. James W. Pennebaker berpendapat bahwa
1.      Menulis menjernihkan pikiran
2.      Menulis mengatasi trauma
3.      Menulis membantu mendapatkan dan menerima informasi baru
4.      Menulis membantu memcahkan masalah
5.      Menulis-bebas membantu kita ketika terpaksa harus menulis.

B.       Tujuan Menulis
Setiap penulis memiliki tujuan dalam menuangkan gagasan melalui bahasa tulis.Penulis pasti mengharapkan tersampainya pesan dari tulisan tersebut kepada pembaca . Namun tujuan penulisan tergantung pada target yang diingini penulis.Contoh tujuan penulis untuk menyampaikan pesan , berita, informasi kepada pembaca, untuk memengaruhi pandangan pembaca, sebagai dokumen autentik dan sebagainya.
C.      Bentuk Tulisan
Klasifikasi tulisan dapat dibedakan menjadi a)  Fiksi: prosa (cerpen, novel, roman, drama, fabel, mite, dll) dan puisi (mantra, syair, kontemporer, dll.) dan b) Nonfiksi: ilmiah (resume, makalah, artikel, laporan penelitian (tugas akhir, skripsi, tesis dan disertasi) dan popular (biografi, petunjuk, surat, resensi, berita, opini).
D.      Proses Menulis
DePorter (2000:195) mengemukakan proses menulis terdiri dari persiapan, draft kasar, berbagi, memperbaiki, penyuntingan, penulisan kembali dan evaluasi. Dapat diartikan juga proses menulis adalah kegiatan menulis terdiri atas tahapan-tahapan yang sangat bergantung pada jenis tulisan.
E.       Ciri Kemampuan Menulis
Menurut Mosley  dalam (Widodo & Chasanah, 1993) , seseorang dapat dikatakan memiliki kemampuan tulis tampak emat ciri berikut, yakni : 1. Dapat mengungkapan informasi sarana bahasa melalui bentuk karangan sebagai proses kognisi (reproduksi, organisasi / reorganisasi, cipta / kreasi), 2.Dapat mengungkapkan informasi bahasa melalui bentuk karangan yang mengandung  maksud / tujuan (latihan, emosional, informasi/referensi, persuasi, hiburan dll.), 3.Dapat mengungkapkan informasi dengan menggunakan bahasa dalam bentuk karangan sesuai pembaca / untuk diri sendiri, 4. Dapat mengungkapkan informasi dengan menggunakan bahasa dalam bentuk karangan berupa wacana: dokumentatif, konstatif (naratif, deskriptif, keterangan), dan ekploratif (interpretatif, eksposisi, argumentasi).

Daftar Pustaka : Isbandi, Fitri.S ,dkk.2015.Dasar-dasar Penulisan.Tangerang.FUN Institute dan Universitas Muhammadiyah Tangerang. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar